<p><strong>DALUNG (04/03/2026)</strong> - Kegiatan Penilaian Ogoh-ogoh Zona 5 oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung di Desa Dalung yang bertempat di masing-masing banjar se-Desa Dalung pada Kamis - Jumat (19 s/d 20 Februari 2026). Dalam kegiatan ini turut hadir 3 orang juri dan 1 Pendamping yang ditugaskan langsung oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, yakni I Wayan Wartawan., I Made Suwanta, I Komang Agus Wiweka, dan Pendamping I Putu Indra Kusuma Wijaya, S.H., Ketua Sabha Yowana Desa Adat Dalung Gede Arya Putra Pratama, S.IP., Ketua Yowana Prasada Amerta Desa Adat Padang Luwih I Gusti Ngurah Dwipayana, S.E., M.M dan seluruh Sekaa Teruna Teruni yang menyambut kedatangan dewan juri di banjar masing-masing. </p> <p> </p> <p>Adapun tujuan dari kegiatan penilaian ogoh-ogoh ini adalah untuk menilai, memberi masukan, dan mengapresiasi sekaa teruna dalam meningkatkan kreativitas generasi muda untuk berkarya seni sekaligus mendukung pelaksanaan program Bupati Badung dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal.  Melalui penilaian ini, diharapkan setiap sekaa truna termotivasi untuk menciptakan ogoh-ogoh yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga sarat makna dan nilai-nilai budaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat rasa cinta terhadap warisan budaya Bali, menciptakan semangat kompetisi yang sehat, dan mendorong munculnya inovasi baru dalam setiap karya yang dihasilkan.</p> <p> </p> <p>Kegiatan penilaian ogoh-ogoh kreativitas dari ST. Dharma Chanti Banjar Adat Dukuh yang mengambil judul <em>“Wayah”</em> yang diambil dari kisah Rajapala yang memiliki sebuah pupuh, yaitu Pupuh Durma. Prosesi penilaian ini berlangsung dengan sangat tertib serta penuh semangat dari ST. Dharma Chanti yang menyambut hadirnya tim penilai. Kriteria penilaian sendiri tentunya memiliki standar yang sangat objektif untuk menentukan kualitas setiap karya seni.</p> <p> </p> <p>Diwawancarai setelah kegiatan Gilang selaku Ketua ST. Dharma Chanti menyampaikan bahwa dirinya bersama sekaa teruna teruni sudah mempersiapkan apa saja yang nantinya diperlukan untuk penilaian. Karya ogoh-ogoh yang dipamerkan merupakan hasil kerja keras dari para pemuda selama kurang lebih 3 bulan. <em><strong>“Kegiatan seperti ini diharapkan mampu menjaga api semangat kreativitas para generasi muda untuk terus mengkreasikan seni dalam pembuatan ogoh-ogoh ini dan agar tetap menyala setiap tahunnya. Tentunya ini juga didanai dari Pemerintah Kabupaten Badung yang terus berkomitmen untuk menyediakan wadah bagi para seniman lokal untuk mengekspresikan bakat seninya,”</strong></em> ujarnya.</p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-008).</strong></p>
Pelaksanaan Penilaian Ogoh-ogoh Zona 5 di Banjar Dukuh dari Kreativitas ST. Dharma Chanti
04 Mar 2026